Josha Kiplek
Josha Kiplek
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Manfaat Air Putih Untuk Kesehatan

Written By Dunia Josha Siphe on Jumat, 31 Agustus 2012 | 21.44


Studi para ilmuwan merekomendasikan, mengganti minuman bersoda dan jus buah dengan air putih dapat menurunkan risiko kaum perempuan dari penyakit diabetes. Bahkan, riset yang digagas peneliti dari Harvard School of Public Health itu mengindikasikan, mengganti minuman manis dengan air putih dapat pula membantu mencegah gangguan metabolisme.
21.44 | 0 komentar | Read More

Sepuluh Kesalahan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Written By Dunia Josha Siphe on Minggu, 29 Juli 2012 | 15.57


Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, lebih sering terserang virus penyakit seperti flu dan pilek. Jika Anda mudah sekali sakit, mungkin Anda melakukan kesalahan dalam kebiasaan sehari-hari yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.
15.57 | 0 komentar | Read More

Dengan Meditasi Sangat Bagus untuk Kesehatan Mental Bagi yang Susah Gaul


Rasa kesepian akibat kurang bergaul bisa berdampak pada masalah kesehatan yang lebih serius, misalnya peningkatan risiko gangguan jantung serta kematian dini. Bagi yang memang susah bergaul, meditasi bisa mengurangi risiko tersebut.
15.51 | 0 komentar | Read More

Datang Bulan Atau Menstruasi Bikin Perempuan Makin Doyan Makan Cokelat?


Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perubahan hormonal saat menstruasi bisa memicu peningkatan nafsu makan, khususnya makanan manis dan berlemak seperti cokelat. Benarkah perempuan bisa mendadak suka cokelat cuma karena menstruasi?
15.49 | 0 komentar | Read More

Coba Anda, Naik Turun Tangga Bantu Bikin Perut Jadi Rata

Written By Dunia Josha Siphe on Sabtu, 28 Juli 2012 | 20.01


Memiliki perut yang rata adalah idaman semua orang, serta bisa meningkatkan kepercayaan diri. Ada cara mudah dan murah untuk mendapatkan perut yang rata, yaitu dengan naik turun tangga.
20.01 | 0 komentar | Read More

Bagaimana, Cara Membangkitkan Kembali Gairah Seks Setelah Alami Stres


Ketika seseorang dihadapkan pada kondisi yang sulit, dirinya cenderung stres dan tidak ada keinginan untuk berhubungan seks bersama pasangan. Atasi hal tersebut dengan cara yang tepat agar keharmonisan rumah tangga tetap terjaga.
19.59 | 0 komentar | Read More

Terlalu Banyak Makan Karbohidrat dan Gula Picu Kanker Payudara


Makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan gula diketahui berisiko buruk bagi kesehatan. Selain memicu diabetes, makanan seperti ini ditemukan dapat memicu kanker payudara pada wanita yang telah mengalami menopause.
19.57 | 0 komentar | Read More

Tips n Trik Atasi Menstruasi yang Datang Terlambat


Tak semua perempuan memiliki jadwal menstruasi yang tepat waktu, beberapa diantaranya justru datang terlambat. Berikut ini beberapa trik alami yang bisa dilakukan jika terlambat menstruasi.
19.56 | 0 komentar | Read More

Kalau, Ingin Punya Anak? Cek Dulu Kualitas Sperma Anda


Menjadi orangtua tentu menjadi impian semua pasangan. Namun bagi sejumlah orang, hal semacam ini tak semudah yang dibayangkan. Salah satu yang menjadi faktor penentu kehamilan istri adalah kualitas sperma pria yang bagus.
19.51 | 0 komentar | Read More

Dengan,Telan Sperma Bisa Redakan Gejala Mual Muntah Saat Hamil Muda


Morning sickness biasanya terjadi pada wanita hamil dengan gejala seperti pening, mual dan muntah-muntah di pagi hingga siang hari. Morning sickness minimal muncul pada minggu ke-4 dan maksimal di minggu ke-16 namun lama periodenya berbeda-beda untuk setiap wanita.
19.50 | 0 komentar | Read More

Setiap 1 Jam Nonton TV, Lingkar Pinggang Anak Melebar 2,5 mm

Written By Dunia Josha Siphe on Senin, 16 Juli 2012 | 22.13


Dampak terlalu banyak nonton TV terhadap risiko kegemukan kembali dibuktikan secara ilmiah. Tiap tambahan waktu nonton TV rata-rata 1 jam/pekan di usia 2-4 tahun, lingkar pinggang akan melebar sekitar 2,5 mm saat masuk usia 10 tahun.
22.13 | 0 komentar | Read More

Cara Hindari Kanker Payudara

Written By Dunia Josha Siphe on Kamis, 12 Juli 2012 | 19.59


Breast cancer adalah momok menakutkan yang mengintai para wanita. Di Indonesia, penyakit ini adalah pembunuh perempuan nomor dua setelah kanker leher rahim. Apa yang bisa kita lakukan untuk menghindari jeratannya? Simak tips berikut ini.
19.59 | 0 komentar | Read More

Kekerasan pada Anak Bisa Picu Obesitas

Written By Dunia Josha Siphe on Jumat, 06 Juli 2012 | 12.24


Makanan dan faktor gaya hidup selama ini sering dituduh sebagai penyebab utama obesitas. Namun riset terbaru mengungkapkan, risiko obesitas ternyata juga dipengaruhi oleh kekerasan seksual dan fisik yang dialami seseorang selama masa kecil dan remaja.
12.24 | 0 komentar | Read More

Khasiat Kulit Apel

Written By Dunia Josha Siphe on Jumat, 22 Juni 2012 | 15.00


Riset teranyar para ilmuwan di University of Iowa mengklaim, zat alami yang terkandung dalam kulit apel dapat meningkatkan pembakaran kalori dan menurunkan risiko obesitas. Temuan ini tentu menimbulkan harapan, mengingat obesitas dan penyakit terkait seperti diabetes dan perlemakan hati menjadi masalah kesehatan global.
15.00 | 0 komentar | Read More

Mitos Seputar Problem Ereksi

Written By Dunia Josha Siphe on Kamis, 24 Mei 2012 | 02.49


Pria sering kali menerima informasi yang salah tentang disfungsi ereksi atau DE dan secara sembunyi-sembunyi mencari penyebab dan upaya penyembuhannya. Memahami fakta soal DE adalah faktor penting guna menghilangkan hambatan untuk mencari kesembuhan.
02.49 | 0 komentar | Read More

Obat untuk Kebotakan Picu Gangguan Libido

Written By Dunia Josha Siphe on Jumat, 18 Mei 2012 | 01.27


Bagi Anda para pria yang mengonsumsi obat untuk mengatasi masalah kerontokan rambut tampaknya patut waspada. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menemukan bahwa salah satu obat terkenal yaitu Propecia, yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah kebotakan ternyata memiliki efek samping terhadap penurunan gairah seksual.
01.27 | 0 komentar | Read More

Seks yang Aman Setelah Serangan Jantung

Written By Dunia Josha Siphe on Kamis, 17 Mei 2012 | 02.03


Aktivitas seksual bukanlah larangan bagi mereka yang pernah terkena serangan jantung. Menurut para ahli, pasien yang aktif secara seksual sebelum menderita serangan jantung masih dapat melakukan hubungan seks dengan aman apabila menerima saran dan arahan yang benar dari tenaga medis (dokter) sebelum meninggalkan rumah sakit.

Riset di Amerika Serikat menunjukkan, banyak pria dan wanita yang takut melakukan hubungan seks pascaserangan jantung. Sehingga tidak mengherankan bila frekuensi aktivitas seksual cenderung menurun tajam, terutama selama setahun setelah mengalami serangan jantung atau infark miokard akut (AMI).

Penelitian menunjukkan, banyak pasien yang mengaku tidak mendapatkan saran atau nasihat medis mengenai akitivitas seks dari dokter sebelum pulang dari rumah sakit. Alhasil, mereka pun ragu apakah perlu menahan diri untuk tidak dulu melakukan hubungan seks dengan pasangan.

Dalam sebuah survei terhadap 1.879 pasien serangan jantung, kurang dari 50 persen pasien pria dan sepertiga pasien wanita yang mengaku mendapat instruksi dari dokter tentang kapan mereka dapat melanjutkan aktivitas seksual sepulangnya dari rumah sakit. Bahkan, hanya 41 persen pria dan 24 persen wanita pasien yang melaporkan pernah berdiskusi dengan dokter tentang seks setelah mengalami serangan jantung.

Setahun pascaserangan jantung, lebih dari dua pertiga pasien pria melakukan aktivitas seksual, dan sekitar 40 persen wanita kembali melakukan hubungan seks. Pasien wanita tercatat lebih sering ketimbang pria melaporkan kehilangan aktivitas seksual setahun pascaserangan jantung jika tidak mendapatkan informasi tentang kapan mereka dapat kembali berhubungan seks.

Hasil dari penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Cardiology ini sejalan dengan temuan awal yang disajikan pada konferensi American Heart Association (AHA) pada tahun 2010. Penulis, Stacy Tessler Lindau, MD, associate professor kebidanan dan ginekologi di University of Chicago Medicine mengatakan, penelitian ini menggarisbawahi bahwa dokter perlu untuk mengatasi problem seksual sebagai bagian penting dari fungsi fisik secara keseluruhan, bahkan setelah peristiwa yang mengancam jiwa seperti serangan jantung.

"Dokter perlu memahami secara signifikan bagaimana cara membantu pasien serangan jantung untuk menghindari rasa takut dan tidak perlu khawatir tentang risiko kambuh atau bahkan kematian akibat kembali ke aktivitas seksual," kata Lindau.

"Para ahli jantung harus mengetahui lebih rinci tentang kondisi pasien mereka dengan memberi perawatan dan saran tentang keamanan dalam melakukan aktivitas fisik, termasuk hubungan seks," jelasnya,

Beberapa studi menunjukkan, melakukan hubungan seks justru dapat mengurangi ketegangan pada jantung, dan hal ini bertolak belakang dengan pemahaman publik selama ini. Informasi yang dramatis dan berita sensasional diduga semakin memperkuat kesalahpahaman masyarakat. Pada kenyataannya, hanya sekitar 1 persen dari semua serangan jantung terjadi saat berhubungan seks, dan kurang dari 1 persen korban serangan jantung meninggal karena hubungan seksual, menurut penelitian lainnya.

"Kami menunjukkan bahwa mengatasi kesehatan seksual dapat membuat perbedaan untuk hasil jangka panjang," kata penulis studi, Harlan Krumholz, MD, profesor kedokteran dan epidemiologi dan kesehatan masyarakat di Yale University School of Medicine.

Pedoman saat ini dikembangkan oleh kelompok ahli jantung terkemuka, termasuk Krumholz, menyatakan bahwa pasien jantung yang kondisinya stabil tanpa komplikasi dapat melanjutkan aktivitas seksual dengan pasangan mereka. Laporan ini semakin diperkuat aturan lama yang menyatakan, apabila pasien dapat melakukan olahraga ringan - seperti menaiki tangga - mereka umumnya cukup sehat untuk melakukan hubungan seks.
homepage:http://health.kompas.com
02.03 | 0 komentar | Read More

Hati-hati Alergi Pembalut Picu "Vulvitis"


Praktis dan hemat, slogan yang seringkali membuat kaum wanita tergiur memilih pembalut murah meriah. Namun bila yang murah meriah itu merugikan kesehatan kita tentu tidak baik. Sebagai contoh kasus adalah reaksi alergi pembalut seperti yang dialami oleh Nia (nama samaran) 18 tahun, remaja yang mengeluh mengalami peradangan yang ditandai perubahan warna vulva menjadi kemerahan, gatal dan luka lecet (iritasi) pada alat kelamin luar vagina.

Orang tua Nia sempat cemas dan khawatir putrinya terkena penyakit kelamin. Namun ternyata setelah diperiksa dokter kandungan, ternyata mengidap Vulvitis atau peradangan pada vulva yakni daerah luar organ kelamin wanita akibat reaksi alergi dari pembalut wanita.

Perawatan kesehatan wanita sebenarnya tidak rumit, namun bila tidak tepat akan berdampak infeksi, terutama saat perawatan ketika menstruasi. Organ kewanitaan merupakan area yang lembab dan sensitif. Sirkulasi udara kurang dan berpotensi menjadi sarang kuman berkembang biak bila seorang wanita kurang peduli kebersihan dirinya.

Dalam kebidanan, salah satunya reaksi alergi yang sering dijumpai adalah vulvitis, yakni peradangan pada daerah vulva atau area alat kelamin luar wanita. Ada beberapa penyebab lain terjadinya peradangan dan infeksi pada vulva ini selain alergi pembalut, antara lain bakteri, virus, perubahan hormonal, kurang menjaga kebersihan, penyakit sistemik, obat kimia, alergi kondom dan lain-lain.

Apa gejala vulvitis tersebut? Bila menemukan gejala organ luar kewanitaan terasa gatal, panas seperti terbakar, terasa bengkak meradang, kulit luar alat kelamin berubah warna kemerahan disertai (atau tanpa) bintik - bintik merah berair bahkan terjadi lecet ( iritasi ), kulit luar vagina tampak kasar dan bersisik kemerahan, kadang disertai keluhan keputihan. Bila pembalut tidak segera diganti jenisnya maka akan reaksi alergi berpotensi terjadi infeksi pada organ vagina bagian dalam sehingga terjadi vaginitis atau peradangan pada vagina.

Apa yang harus dilakukan bila seseorang mengalami reaksi alergi pembalut wanita?
Segera hentikan penggunaan pembalut tersebut dan ganti jenis lain yang cocok, bila perlu gunakan pembalut buatan sendiri berbahan handuk atau katun lembut. Mengenakan pakaian dalam yang longgar dan berbahan katun. Hindari pemakaian celana dalam ketat dan berbahan sintetis
Sesering mungkin mengganti pembalut, hindari penggunaan tampon atau douch vagina terlebih saat menstruasi
Hindari penggunaan obat-obat salep tanpa pemeriksaan dokter. Pemberian salep pada area kewanitaan harus dipastikan dulu penyebabnya, apakah alergi, jamur atau infeksi.
Membersihkan daerah kewanitaan terlebih dahulu hingga bersih baru daerah dubur, dengan arah cebok dari depan menuju belakang. Lalu keringkan dengan handuk bersih.
Konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan untuk mendapat pengobatan agar radang vuva tersebut tidak semakin meluas.
Sebaiknya ketika membersihkan vagina tidak menggunakan sabun cairan pembersih vagina maupun pewangi yang mengandung zat kimia.
Tidak disarankan agar tidak menggunakan cairan pencuci vagina yang mengandung antiseptik dan aneka ramuan untuk pembilas vagina. Meskipun seseorang tidak mudah alergi tetapi penggunaan cairan berbahan kimia untuk pencuci dan pembersih area kewanitaan dapat mempengaruhi kondisi alami vagina dan melemahkan kuman baik yang melindungi dari infeksi alat kelamin.

Semoga bermanfaat
homepage:http://health.kompas.com
01.59 | 0 komentar | Read More

Cara Menghilangkan Karang Gigi

Written By Dunia Josha Siphe on Sabtu, 12 Mei 2012 | 20.28


1. Menyikat gigi dengan benar minimal dua kali sehari.
Bagian gusi juga mesti kita bersihkan. Gusi bagian atas dengan menggosoknya ke arah atas ke bawah, sedangkan untuk gusi rahang bawah dari arah bawah ke atas.

2. Biji asam kawak bisa kita gunakan untuk menghilangkan karang gigi.
Caranya sangrai biji asam kawak, kemudian haluskan dengan cara diblender atau ditumbuk. Bubuk dari biji asam kawak bisa kita gunakan untuk menggosok karang gigi dengan bantuan sikat gigi atau kapas.


3. Cengkeh juga bisa kita gunakan untuk membersihkan karang gigi.
Siapkan cengkeh sebanyak 7 buah. Tumbuk halus dan hasilnya kita gunakan untuk menggosok karang gigi. Bubuk cengkeh ini bisa pula kita gunakan untuk berkumur.

4. Konsumsi buah apel
Mengonsumsi buah apel tanpa dikupas kulitnya juga akan membantu membersihkan gigi dari karang gigi. Selain manfaat dari kandungan gizinya, sekaligus menjaga gigi dari plak. Tentu saja ini mesti kita lakukan secara rutin.
20.28 | 0 komentar | Read More